Cempaka Living Museum
Jaga Budaya, Hidupkan Komunitas. Jelajahi kerajinan, wisata, dan kuliner khas Cempaka.
Cempaka Living MuseumKota Banjarbaru
šŸ”„ Me-refresh...
search

Ketik untuk mencari...

Pohon Ramania

Pohon Ramania (Bouea macrophylla), merupakan kerabat dekat mangga yang tumbuh alami di hutan-hutan Kalimantan, Sumatra, hingga sebagian Asia Tenggara. Di Pulau Jawa tanaman ini lebih dikenal dengan nama gandaria, sedangkan masyarakat Banjar mengenalnya sebagai ramania. 

Berbeda dengan mangga yang banyak dibudidayakan, ramania selama berpuluh-puluh tahun lebih dikenal sebagai buah hutan. Pohon ini tumbuh secara alami di pekarangan, ladang, maupun tepian hutan, sehingga dahulu masyarakat tidak merasa perlu menanamnya secara khusus. Alam telah menyediakannya.

Ketika musim buah tiba, anak-anak biasanya memanjat pohon ini untuk memetik buah yang masih hijau. Rasanya asam segar sehingga sering dimakan bersama garam, gula, atau diolah menjadi sambal ramania yang menjadi salah satu cita rasa khas Kalimantan Selatan. Saat matang, kulit buah berubah menjadi kuning jingga dengan rasa manis bercampur sedikit asam dan aroma yang khas.

Namun, seiring berkembangnya kota dan berkurangnya kawasan hijau, pohon ramania semakin jarang ditemukan. Banyak generasi muda Kalimantan bahkan belum pernah mencicipi buah ini secara langsung. Karena itulah, keberadaan pohon ini di kawasan Pumpung Creative Space memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar pohon peneduh.

Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti mulai menaruh perhatian pada ramania. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa buah, kulit, biji, hingga daunnya mengandung berbagai senyawa alami seperti flavonoid, fenol, tanin, dan vitamin yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian terhadap ekstrak daun maupun buah ramania menunjukkan potensi sebagai sumber antioksidan alami yang masih terus dikembangkan.

Rute Jelajah Intan Trisakti bukan hanya mengajak pengunjung melihat sejarah pertambangan intan, tetapi juga mengenal lanskap kehidupan masyarakat Pumpung. Intan hanyalah salah satu bagian dari cerita besar kawasan ini.

Di tempat yang sama tumbuh pohon-pohon lokal, hidup masyarakat yang bertani, mengolah hasil hutan, mendulang intan, hingga membangun tradisi yang diwariskan turun-temurun. Semua saling terhubung membentuk identitas kawasan. Karena itulah ramania menjadi simbol bahwa kekayaan Pumpung tidak hanya berada di dalam tanah berupa intan, tetapi juga di atas tanah berupa keanekaragaman hayati.

Pohon ramania dapat tumbuh hingga sekitar 15–20 meter dengan umur puluhan bahkan lebih dari seratus tahun jika kondisi lingkungannya baik. Di berbagai daerah Asia Tenggara, tanaman ini memiliki nama berbeda seperti Gandaria, Kundang, Setar, atau Maprang. Musim berbuah umumnya berlangsung antara Maret hingga Juni, sementara musim berbunga terjadi sekitar Juni–November, tergantung kondisi lingkungan.

Mari Ikut Melestarikan.


storefront

Toko Cempaka

Produk lokal berkualitas dari masyarakat Cempaka

Jumlah
Subtotal

share Bagikan Artikel

chat
WhatsApp
send
Telegram
camera_alt
IG Story
content_copy
Salin Link

how_to_reg Formulir Pendaftaran

Isi formulir berikut untuk bergabung menjadi bagian dari Cempaka Living Museum.

shopping_bag Keranjang