CEMPAKALIVINGMUSEUM.COM - Semangat menghidupkan kembali sejarah pendulangan intan tradisional mulai bergema dari Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka. Sebanyak 20 warga yang tergabung dalam Komunitas Bubuhan Pumpung Kreatif (BPKraf) menggelar rapat koordinasi di Pumpung Creative Space, Jumat (10/7/2026), sebagai persiapan pembukaan Rute Jelajah Intan Trisakti yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus 2026.
Momentum tersebut sekaligus akan menjadi peringatan 61 tahun ditemukannya Intan Trisakti, salah satu intan terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia dan menjadi bagian penting dari sejarah kawasan Pumpung.
Rapat koordinasi dihadiri oleh warga Kelurahan Sungai Tiung, pengurus dan anggota Komunitas Bubuhan Pumpung Kreatif (BPKraf), KorKoT ICCN Banjarbaru Ari Juniar, serta Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru, Narwanto atau yang akrab disapa Mas Nar.
Melalui kolaborasi ini, masyarakat mulai menyusun berbagai persiapan, mulai dari penataan lokasi, penyusunan rute jelajah, pembentukan kepanitiaan, pelibatan warga, hingga pengemasan atraksi berbasis sejarah, budaya, dan pengalaman pendulangan intan tradisional.
Rute Jelajah Intan Trisakti nantinya tidak hanya mengajak pengunjung mengenal kisah penemuan Intan Trisakti, tetapi juga memberikan pengalaman menyelami budaya pendulangan intan tradisional serta menyaksikan berbagai aktivitas kreatif masyarakat setempat yang menjadi identitas kawasan Pumpung.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru, Narwanto (Mas Nar), mengatakan seluruh pihak telah memiliki kesepahaman mengenai arah pengembangan kawasan tersebut.
"Dari kolaborasi ini, sudah menyepakati bersama arah dari kegiatan yaitu mengangkat potensi lokal sejarah pendulangan intan tradisional yang hingga kini belum tergarap. Tentunya untuk mendukung Kota Banjarbaru menuju kota kreatif berbasis komunitas dan potensi lokal. Selain itu sebagai bentuk mewujudkan Cempaka Living Museum" ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Bubuhan Pumpung Kreatif (BPKraf), Mang Salim, berharap sinergi bersama Komite Ekonomi Kreatif dan ICCN Banjarbaru mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami berharap dengan dukungan dari Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru dan ICCN Banjarbaru, potensi Rute Jelajah Intan Trisakti ini bisa menjadi daya tarik dan membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar," katanya.
Dukungan juga datang dari KorKoT ICCN Banjarbaru, Ari Juniar. Menurutnya, pengembangan destinasi berbasis komunitas ini menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Banjarbaru sebagai kota kreatif sekaligus mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2027.
"Dengan jejaring kota kreatif nasional di ICCN, kegiatan ini sangat penting untuk memantapkan persiapan Kota Banjarbaru sebagai tuan rumah ICCF 2027. Tentu kami akan memberikan sesuatu yang belum pernah ada di kota lain," ujarnya.
Selain menjadi peringatan 61 tahun ditemukannya Intan Trisakti, agenda pada 26 Agustus 2026 juga direncanakan sebagai soft launching Rute Jelajah Intan Trisakti sekaligus memperkenalkan Pumpung Creative Space sebagai ruang kolaborasi komunitas, pusat aktivitas kreatif warga, dan titik awal pengembangan destinasi berbasis sejarah di kawasan Pumpung.
Ke depan, inisiatif ini diharapkan menjadi embrio destinasi wisata berbasis komunitas (community-based tourism) yang dikelola langsung oleh masyarakat. Dengan demikian, pelestarian sejarah dan budaya lokal dapat berjalan seiring dengan terciptanya peluang ekonomi baru bagi warga, sekaligus memperkuat langkah Banjarbaru menuju kota kreatif yang bertumpu pada potensi lokal dan partisipasi masyarakat.