Cempaka Living Museum
Jaga Budaya, Hidupkan Komunitas. Jelajahi kerajinan, wisata, dan kuliner khas Cempaka.
Cempaka Living MuseumKota Banjarbaru
šŸ”„ Me-refresh...
search

Ketik untuk mencari...

Monumen Tugu Intan Trisakti

Di tempat inilah masyarakat mengenang salah satu penemuan intan paling bersejarah di Indonesia. Pada 26 Agustus 1965, seorang pendulang bernama H. Arsyad menemukan sebuah intan kasar dengan berat 166,75 karat di kawasan Pumpung, Kecamatan Cempaka, yang saat itu masih termasuk wilayah Kabupaten Banjar.

Penemuan tersebut segera menjadi perhatian nasional. Tidak hanya karena ukurannya yang luar biasa besar, tetapi juga karena kualitasnya yang sangat baik. Hingga kini, Intan Trisakti masih dikenal sebagai intan terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia.

Monumen ini dibangun agar generasi sekarang dan yang akan datang tidak melupakan peristiwa penting tersebut. Nama Trisakti dipilih mengikuti semangat zaman pada pertengahan tahun 1960-an. Saat itu istilah Trisakti sangat dikenal sebagai gagasan Presiden Soekarno yang menekankan tiga prinsip utama bangsa Indonesia, yaitu berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan.

Pemberian nama tersebut menjadi simbol kebanggaan nasional bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang mampu berdiri sejajar dengan negara-negara penghasil intan lainnya. Dengan demikian, Intan Trisakti bukan hanya milik Pumpung, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah Indonesia.

Sebab, bisa bayangkan suasana pada tahun 1965 dari kampung kecil menuju berita dunia. Belum ada internet. Belum ada media sosial. Namun kabar mengenai ditemukannya intan raksasa dari Pumpung menyebar dengan cepat melalui surat kabar dan radio. Nama Pumpung yang sebelumnya hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tiba-tiba menjadi perhatian banyak orang.

Para pedagang, peneliti, kolektor, hingga pejabat pemerintah mulai berdatangan ke Cempaka untuk melihat langsung kawasan tempat ditemukannya intan tersebut. Sejak saat itulah kawasan ini semakin dikenal sebagai salah satu daerah penghasil intan terpenting di Indonesia.

Seberapa Besar 166,75 Karat Itu?

Angka 166,75 karat mungkin sulit dibayangkan. Sebagai gambaran 1 karat = 0,2 gram. Berat Intan Trisakti sekitar 33,35 gram.

Namun nilai sebuah intan tidak hanya ditentukan oleh beratnya. Para ahli juga menilai kejernihan (clarity), warna (color), bentuk kristal (crystal form), dan kualitas keseluruhannya. Kombinasi ukuran yang besar dan kualitas yang baik menjadikan Intan Trisakti sebagai temuan yang sangat istimewa.

Yang lebih mengagumkan, intan sebesar ini ditemukan melalui pendulangan tradisional, bukan menggunakan teknologi modern.

Monumen Sebagai Pengingat, Bukan Sekadar Simbol

Monumen ini bukan dibangun untuk memuja sebuah batu. Ia dibangun untuk menghormati:

  • kerja keras para pendulang,
  • sejarah masyarakat Pumpung,
  • kekayaan geologi Kalimantan Selatan,
  • serta perjalanan panjang sebuah kampung yang memberi kontribusi bagi sejarah bangsa.

Penemuan Intan Trisakti diperingati setiap 26 Agustus, dan tanggal ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Pumpung untuk mengenang sejarah daerahnya. Intan Trisakti ditemukan dalam keadaan belum dipoles (rough diamond), sebagaimana semua intan ketika pertama kali ditemukan. Hingga kini, nama Trisakti tetap melekat sebagai identitas sejarah pertambangan intan di Cempaka dan menjadi inspirasi lahirnya Rute Jelajah Intan Trisakti.

Mengapa Monumen Ini Penting dalam Rute Jelajah?

Dalam sebuah museum, selalu ada benda yang menjadi pusat cerita. Di kawasan Pumpung Creative Space, monumen ini berfungsi sebagai titik penghubung antara alam, sejarah, dan masyarakat.

Sebelum mencapai titik ditemukannya Intan Trisakti di ujung rute, monumen ini mengajak kita memahami bahwa setiap penemuan besar selalu memiliki latar belakang: bentang alam yang unik, kerja keras para pendulang, serta kehidupan masyarakat yang tumbuh di sekitarnya.

Monumen ini mengingatkan bahwa sejarah tidak hanya disimpan di dalam buku. Ia juga hidup di tempat-tempat seperti Pumpung, melalui cerita yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

storefront

Toko Cempaka

Produk lokal berkualitas dari masyarakat Cempaka

Jumlah
Subtotal

share Bagikan Artikel

chat
WhatsApp
send
Telegram
camera_alt
IG Story
content_copy
Salin Link

how_to_reg Formulir Pendaftaran

Isi formulir berikut untuk bergabung menjadi bagian dari Cempaka Living Museum.

shopping_bag Keranjang