Pumpung, yang terletak di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sejak lama dikenal sebagai jantungnya pendulangan intan tradisional. Selama puluhan tahun, gemerlap batu mulia dari perut bumi Cempaka menjadi magnet sekaligus urat nadi perekonomian warga.
Namun, ketergantungan pada hasil alam yang kian menipis menyisakan tantangan besar. Menyadari bahwa intan di dalam tanah suatu saat akan habis, warga lokal Pumpung mulai berbenah. Sebuah kesadaran kolektif lahir: potensi Pumpung tidak boleh berhenti di lubang pendulangan, melainkan harus dirawat, dijaga, dan ditingkatkan melalui sektor ekonomi kreatif.
Kesadaran ini tidak tumbuh dalam semalam. Ia lahir dari refleksi mendalam para pemuda dan tokoh masyarakat setempat. Mereka menyadari bahwa warisan budaya dan bentang alam Pumpung memiliki nilai estetika dan edukasi yang tinggi.
Dari sinilah gagasan untuk mentransformasi orientasi ekonomi Pumpung dimulai. Bukan lagi sekadar menambang bahan mentah, melainkan mengolah potensi yang ada menjadi daya tarik wisata dan produk kreatif yang bernilai tambah.
Dengan cara tersebut harapannya perekonomian di Pumpung menjadi lebih tangguh berkat adanya diversifikasi pendapatan dari sektor UMKM, kuliner lokal yang dijajakan di sekitar area wisata, serta jasa pemandu wisata dari pemuda setempat. Ibu-ibu rumah pun bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan membuat camilan khas dan kerajinan tangan, sementara para pemuda memiliki ruang positif untuk berkarya.
Lahirnya Komunitas Bubuhan Pumpung Kreatif
Sebagai wadah nyata dari kesadaran tersebut, terbentuklah komunitas Bubuhan Pumpung Kreatif. Komunitas ini menjadi motor penggerak yang mempersatukan visi warga, mulai dari perajin kriya, pemuda, hingga para ibu rumah tangga. Bubuhan Pumpung Kreatif hadir dengan misi yang jelas, merawat lingkungan pasca tambang agar tetap lestari, menjaga nilai-nilai tradisi pendulangan agar tidak punah, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga melalui kreativitas.
Melalui komunitas ini, warga tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Bubuhan Pumpung Kreatif mulai memetakan potensi lokal yang bisa dikembangkan sebagai wujud mendukung kawasan ini sebagai Cempaka Living Museum.
Merawat Tradisi, Menjual Edukasi
Meningkatkan ekonomi kreatif di Pumpung tidak melulu soal menjual barang fisik. Komunitas Pumpung Kreatif menyadari bahwa pengalaman adalah komoditas pariwisata yang sangat berharga. Mereka mulai mengemas aktivitas pendulangan tradisional menjadi paket wisata edukasi.
Wisatawan yang datang tidak hanya diajak melihat, tetapi juga merasakan langsung sensasi memutar linggangan (alat pendulang tradisional dari kayu) di dalam air bercampur lumpur. Kesadaran warga untuk menjaga keramahan, kebersihan lingkungan Pumpung, dan kelestarian alat-alat tradisional menjadi modal utama keberhasilan konsep heritage tourism ini.
Dengan semangat gotong royong yang diwadahi oleh komunitas Bubuhan Pumpung Kreatif, warga Pumpung, Kelurahan Sungai Tiung, telah memilih jalan yang tepat. Mereka tidak hanya merawat tanah leluhur, tetapi juga sedang mengukir masa depan yang lebih berkilau melalui kreativitas.
